Budaya “win-win solution” + “penyelesaian kekeluargaan” Oleh : Leo Tobing

Hampir semua Advokat, dalam menjalankan profesinya sehari-hari selalu mendengar pernyataan ataupun permohonan agar setiap permasalahan hukum diselesaikan secara “win-win solution”.

Dalam perkara-perkara keperdataan, dalam UU Advokat dengan jelas dan tegas agar setiap Advokat selalu berupaa untuk menyelesaikan dan/atau mengupayakan perdamaian. Namun, bagaimana dengan perkara-perkara yang berada didalam lingkup hukum publik (pidana)?

Win-win solution mengakibatkan tersangka/terdakwa tidak berada dalam posisi “bersalah” dan lembaga Negara yang menyidik dan/atau menuntut tidak berada dalam posisi sebagai pelindung Negara (rakyat), karena win-win solution mengakibatkan semua pihak tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar namun semua pihak happy.

Benarkah Advokat sering melakukan win-win solution dalam penanganan perkara pidana?

Agustinus Dawardja, Advokat di Jakarta menyatakan demikian:
“Sebenarnya yang terjadi bukan WinWin solutions….yang berperkara hilang semua (perkaranya) yang ngurusin (perkara atau) persoalan yang mendapatkan (fee/uangnya) semuanya.

Andaikata persoalan pidana harus diproses sampai pengadilan tanpa ada PENAHANAN [PENJARA DULUAN] rasanya orang tak mau keluarkan uang untuk selesaikan persoalan tanpa melalui pengadilan. Dalam banyak soal…. bukan laporan polisi yang orang takutkan tapi PENJARA DULUAN [PENAHANAN] sehingga proses pemeriksaan selanjutnya merupakan pencocokan fakta agar PENAHANANNYA SAH.

Dengan kata lain, win-win solution terjadi dikarenakan sistem hukum kita memberikan kewenangan bagi negara untuk menahan seseorang sebelum dinyatakan bersalah, dan bilamana-pun kewenangan negara tetap ada, namun penahanan tidak dapat diajukan penolakannya kepada Pengadilan Negeri, tentunya “win-win solution” dapat diminimalisir.

Berbeda dengan penggeledahan yang wajib dimintakan ijin kepada Pengadilan Negeri, maka penahanan sungguh-sungguh menjadi hak mutlak negara yang dipercayakan kepada Kepolisian Republik Indonesia.

Semoga tulisan ini dapat memberikan pencerahan untuk berkarya lebih baik lagi dari masa lalu.

Salam hangat,
/LT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s