“Cinta Remaja” Oleh: AsianBrain.com Content Team

Cinta remaja menjadi satu gagasan yang banyak dibahas karena keunikan yang yang dimiliki oleh sang remaja itu sendiri. Ada beberapa definisi mengenai remaja, Hurlock dalam bukunya Psikologi Perkembangan mendefinisikan masa remaja sebagai masa penuh kegoncangan, taraf mencari identitas diri dan merupakan periode yang paling berat (Hurlock, 1993). Lain lagi dengan Zakiah Darajad yang mendefinisikan remaja sebagai masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari anak-anak menuju dewasa, meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa (Darajad, 1990).

Zakiah Darajad dalam bukunya yang lain mendefinisikan remaja sebagai tahap umur yang datang setelah masa anak-anak berakhir, ditandai oleh pertumbuhan fisik yang cepat yang terjadi pada tubuh remaja luar dan membawa akibat yang tidak sedikit terhadap sikap, perilaku, kesehatan, serta kepribadian remaja (Darajad, 1995).

Pada saat ini, mulai muncul ketertarikan terhadap lawan jenis, yang biasa dikenal cinta remaja. Sedangkan Hasan Bisri dalam bukunya Remaja Berkualitas, mengartikan remaja adalah mereka yang telah meninggalkan masa kanak-kanak yang penuh dengan ketergantungan dan menuju masa pembentukan tanggung jawab (Bisri, 1995).

Begitu menariknya gagasan tentang cinta remaja, maka banyak manusia yang mencoba menyentuh kisi-kisi kisahnya untuk berbagai hal. Bagi seorang penulis fiksi, menulis tentang kisah-kisah remaja akan menautkan sisi-sisi entertaint yang akan membuat tulisannya tak pernah sepi peminat.

Bagi seorang pelaku bisnis, keunikan karakter kepribadian yang ada pada fase ini, akan membuatnya tak habis ide untuk menjadikan tema cinta remaja menjadi rupiah. Lihatlah bagaimana larisnya coklat dan berbagai pernik lainnya saat pesta valentine yang mampu menyihir jutaan remaja dunia. Dan semua teori ilmiah pun  senantiasa mengup-date kajian-kajiannya dari masa ke masa agar bisa tetap dijadikan acuan bagi para pemerhati remaja.

Lantas bagaimana dengan para pelaku cinta remaja itu sendiri? Setiap orang pasti akan memiliki kisah tersendiri. Semua nampak berbeda, namun sebenarnya bisa disimpulkan pada satu titik kesimpulan. Karakter yang masih labil memngkinkan para pelaku menyimpan gagasan-gagasan menyimpang saat memaknainya.

Cinta diletakkan dalam posisi yang tidak lagi proposional. Berbagai istilah picisan membuat para remaja terbuai. Cinta sampai mati misalnya. Tentu saja ini untuk pengistilah laki dan perempuan. Namun apapun itu, jelas ini berpotensi untuk berkembang pada sesuatu yang tidak wajar. Jiwa  yang seharusnya digunakan untuk menyiapkan masa depan, tersesat dalam romantisme kisah yang melenakan.

Jadi bagaimana seharusnya menyikapi agar cinta remaja menjadi sesuatu yang normal dan wajar? Pertama, anggaplah ini sebagai satu fase dari banyak fase dalam hidup kita. Dengan demikian kita bisa memaknainya secara natural dan wajar. Kedua, kembangkan pikiran bahwa cinta itu adalah sesuatu yang sangat universal.

Dia bisa menyentuh pada orang tua, teman-teman hingga untuk diri sendiri. Ketiga, batasilah makna. Semua pasti sepakat jika segala sesuatu harus ada batasannya.  Batasan-batasan ini yang akan menjaga hak dan kewajiban berjalan tidak timpang. Begitu juga saat kita memaknai cinta. Jangan berlebihan memuja, pun tidak perlu menafikan kehadirannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s