Kisah Sedih dari Sahabat

Ketika minggu minggu kemarin overwhelming dengan luapan rasa gembira dari beberapa teman yang sedang menantikan anak pertama, juga saat saat mendebarkan dari papabonbon yang mendapat kesempatan mudik ke Jawa Timur. Maka, sabtu kemarin, papabonbon dikejutkan berita sedih dari pasangan ceria Anjar dan Nurul.

Wah, papabonbon agak lupa, kalau ini nulis di blog umum yah. Kalau bicara spesifik, kan agak agak gak enak juga nih. Ya udah deh, papabonbon usahakan bicara dari umum ajah. Ceritanya, dari masa beberapa tahun tinggal di Jakarta ini, ada beberapa teman papabonbon yang mengalami keguguran.

  • yang pertama Y, temen sekerja di divisi Audio Video dulu. Y masih muda, baru menikah, masih hobi dengan celana jeans ketat dan rajin overtime seperti layaknya worker lain di pabrikan sekitar jabotabek. Suami Y, juga temen sekerja, di bagian kontrol vendor. Tidak dinyana, sakit perut beberapa hari dan diawali dengan flek, ternyata berbuntut keguguran. Waktu itu Y sempat tidak masuk 9 hari, karenanya. Dan hampir kehilangan pekerjaannya, secara dia masih kontrak, dan HRD di sini rada rese masalah kehadiran. Kami semua rekan satu tim, sangat sedih karenanya.
  • yang kedua adalah kakak ipar sendiri. Si mbak yang gadis menado, sangat suka jalan, main dan jalan malam. cerita sedih ketika lebaran tahun 2003, si mbak yang usia permikahannya beda setahun dengan kami, dan sedang menunggu anak pertama, mengalami keguguran. rupanya kondisi fisik, [sejarahnya sih memang agak sering sakit sakitan] rupanya kurang mendukung antara kebiasaan jalan jalan dan kehamilannya.
  • yang ketiga, mbak F, istri temen di jakarta sini. suaminya lagi kerja di NGO di Ambon sana, sementara istri kerja di NGO di jakarta.  Rupanya suasana kerja dan lingkungan di jakarta yang kadang bikin hectic dan macet luar biasa, sangat mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Kejadian yang sama berulang pada mbak F ini.

Gara gara kejadian diatas lah, maka ketika mamabunbun mengajukan rencana untuk di rumah saja dan tidak bekerja, papabonbon waktu itu menyambut dengan sukacita. Hitungan gampang gampangan, dengan kondisi istri bekerja, tapi harus bayar pembantu yang baik, harus keluar dana gila gilaan buat expense susu bayi yang aneh aneh, ngikutin kegiatan playgroup bayi yang aneh aneh dan katanya modern itu, stress dan penurunan fisik yang bakalan terjadi setiap hari, kok ujungnya sama dengan pendapatan yang kira kira diperoleh. Kan mendingan, kalau mamabunbun memang benar benar niat untuk mengawasi tumbuh kembang anak dengan baik, dan beraktualisasi diri di wilayah domestik. Ketika keputusan itu diambil, mikirnya juga gampang gampangan saja sih, yah, dijalankan saja dulu rencananya, sambil dilihat sambil jalan, cocok gak kira kira keputusannya.

Kembali ke teman teman di atas, sekarang sudah pada punya baby lho. Sudah lepas dari kesedihan, dan sudah pada punya bayi bayi yang sehat.

  • Y sejak saat itu, mulai rajin memakai pakaian yang lebih kendor, meski tidak semodis sebelumnya. setahun setelahnya, dia juga hamil lagi dan menjaga kendungan sebaik baiknya, menjaga kesehatan dan sangat hati hati. sampai saat ini Y masih bekerja, dan anak dititipkan ke orang tuanya selama kerja. [rumahnya dengan orang tua berdekatan].
  • Mbak ipar juga sudah punya bayi perempuan, Shizuka. Secara mereka fans berat keluarga doraemon. :D Dia masih hobi jalan sampai sekarang. Ketika kehamilan pertama dia masih kuliah, dan sekarang sudah menyelesaikan kuliahnya juga sedang proses menyelesaikan program notariatnya. Dia emang tipe fighter sekaligus penikmat hidup. Shizuka sendiri, karena kesibukan kedua orang tuanya yah, memang lebih banyak menghabiskan waktu bersama babysitter. That’s life, and that is a choice. No comment lah. Karena protes dari bapak ibu mertua, akhirnya Shizuka sekarang bersama neneknya dan si baby siter di Menado. [walah, padahal mas sama mbak ini sekarang lokasi di Jakarta juga, si mbak emang lagi nyelesaiin notariat di sebuah universitas di Surabaya, jdi bolak balik dan sering ninggalin Shizuka]. Nasib pasangan muda di Jakarta deh …. :(
  • Mbak F juga sudah hamil lagi, dan sudah punya bayi lelaki yang lucu. Dia ketahuan hamil lagi, ketika suaminya baru saja keterima sekolah di Belanda, dan baru berangkat. Jadinya selama 15 bulan di Belanda, temenku itu selalu kangen rumah. Positifnya bisa membuat motivasi sekolah cepat cepat, thesis cepat cepat, gak banyak main, sehingga nilai dan ujian dapat hasil lumayan. Motivasi juga buat survey lapangan di Indoensia saja [meski ditawarin riset di Afrika oleh spv-nya]. Mendingan pulang, buat ketemu anak istri huehehehehhe :D Mbak F sendiri, ketika tahu dia hamil lagi, menjelang 3 bulan dia pun resign dari kerjaannya untuk jaga kondisi kesehatan dan kandungan, ibunda dari sby jua di tarik ke jakarta buat ngejagain. Dan akhirlah lahiran di daerah. Balik ke Jkt lagi, ketika dijemput suami, sekalian suami juga selesai kuliah.

Mamabunbun sendiri akhirnya aktif di posyandu. dan belakangan bersama ibu ibu di sekitar perumahan, membentuk PAUD secara swadaya. PAUD itu singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini, termasuk Pendidikan Luar Sekolah, bisa dibawah depkes, bisa juga dibawah depdiknas. Di perumahan kita dari sekitar 800 KK, ada dua posyandu.

Nah, RW kita ada sekitar 300 balita, dengan profil ibu rumah tangga rata rata lulusan SMA, urban dari daerah, dan rata rata pernah bekerja sebagai buruh pabrik atau staf non produksi. Jadi yah pas banget deh, dan bikin papabonbon bangga banget dengan mamabunbun. I Love you, mamabunbun. :D hueheheheh !

Well, that’s the story. Tiap orang punya upaya dan jalan berbeda beda sesuai dengan kondisi masing masing. Yah, kita tahu apa yang terbaik buat diri sendiri, kan … Sing penting, berusaha menempatkan upaya yang ada, pada kondisi terbaik yang bisa di tempuh. Selamat menjalani hidup ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s