“Kisah Sedih” True Story November 18th, 2008

Ini adalah sepenggal kisah saya saat masih di Jogja.

Malam minggu itu, saya bersama Abang saya dan teman-temannya menghabiskan malam ke malioboro. Menyusuri hangatnya suasana temaram jogja yang khas. Sesampainya di ujung benteng vredeburg, kami berhenti di tempat  permainan catur. Itu loh, permainan catur yang menantang kita untuk mengalahkan Raja dalam satu kali langkah (atau tiga kali langkah ya ? saya kurang tahu).

Abang dan teman-teman mencoba-coba ikut bermain. Saya hanya ikutan menonton dan berdiri disamping Abang. Tak lama itu, tiba-tiba saya dihampiri oleh seorang laki-laki yang memanggil nama saya. Ternyata si Gogon. Ia juga sedang menghabiskan malam minggu di malioboro dengan seorang temannya.

Gogon merupakan teman satu kampus namun beda jurusan. Akhir-akhir ini ia memang sering menyambangi saya sekedar ngobrol hal-hal biasa dan terkadang meminjam buku catatan saya untuk mata kuliah yang sama. Dan belum lama ini, ia memberikan saya sebuah kunci, katanya sih itu adalah kunci gembok kamar kostnya.

Malam itu, di malioboro ujung, Gogon memaksa saya untuk pergi sebentar bersamanya. Ia bilang ada sesuatu yang penting yang harus ia bicarakan malam ini juga. Namun saya menolaknya. Saya tidak ingin berpisah dari rombongan Abang n teman-temannya. Berkali-kali ia meyakinkan saya bahwa ada sesuatu yang harus dibicarakan secara personal. Penting !. Tapi tetap saya tak bisa mengabulkan permohonannya.

Finally, karena saya tidak bersedia pergi dan ia pun tak mau mengutarakan maksudnya ditempat itu, akhirnya kami pun terpisah. Saya bersama Abang & friends melanjutkan malam ke alun-alun Utara.

Sekembalinya kami dari alun-alun Jogja yang semakin ramai, kami kembali menyusuri jalan malioboro lagi. Nah, disaat melintasi tempat permainan catur itu, seoarng Bapak-bapak menghampiri kami ;

“mbak, itu tadi yang gondrong temannya ya ?” Bapak itu bertanya ke saya.

“Gogon, Pak ?”

“iya mungkin. pokoknya orang yang tadi ngobrol dengan mbak “

“kenapa memangnya Pak?” saya mulai cemas

“ia ditusuk dan dikeroyok ramai-ramai”

“hah???” *shock*

“coba mbak cek ke RS PKU Muhammadiyah, tadi dia masih sempat melarikan motornya menuju kesana”

Tanpa banyak bicara, saya dan seorang teman Abang menyusul ke RS Muhammadiyah yang tak jauh dari situ. Sampainya dirumah sakit, saya kebingungan ketika bertanya ke bagian Informasi. waduh ! saya lupa nama asli teman saya. yang saya tahu hanyalah Gogon.

Setelah bertanya-tanya lebih detil, ternyata memang ada pria rambut gondrong yang baru masuk UGD, kepada petugas Gogon mengaku luka karena kecelakaan motor. Saya langsung menuju ruang tempat perawatan. Gogon telah terbaring lemas disitu. Saya mendekat, nampak sekali kesakitan diwajahnya. owh..

“yi, tolong jangan bilang ke keluargaku” Ia melirih pelan. (saya dipanggil “ayi” di kampus)

“ga mungkin gon, keluargamu harus tahu”

“jangan yi.. aku minta tolong kabari ke temen2 kostku aja, dan tolong ambilin pakaianku”

*apa ini sebagai pertanda kenapa kemarin ia “menghadiahkan” saya sebuah kunci gembok kamarnya?*

Pembicaraan singkat di dinihari itu adalah pembicaraan terakhir saya dengan Gogon. Karena setelah itu kondisinya semakin parah dan kritis. Teman-teman kampus pun begitu banyak yang setia bergantian menemani keluarga Gogon di rumah sakit.

Hingga di hari ketiga berada dirumah sakit, akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya. Innalillahi Wainnalillahi Roji’un. Subuh-subuh itu saya ikut didalam mobil Jenazah mengantarkan jasadnya ke Purwokerto. Disepanjang jalan Jogja – Purwokerto yang ada diotak saya hanyalah sebuah penyesalan.

Saya menyesal sedalam-dalamnya. Menyesal karena malam itu menolak pergi dengannya. Menyesal karena malam itu tak mendengarkan apa yang ingin ia bicarakan secara empat mata. Saya sungguh menyesal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s