renungan untuk aluna

demi dia yang matanya surya, sentuhlah aku yang kelam terserak di riuhnya bunga-bunga. demi dia yang senyumnya hujan, basuhlah padang kering yang gelisah menyambung musim gugur meninggalkan apa yang dinamakan kehidupan, musim semi meninggalkan apa yang ditasbihkan kerinduan. lalu apa yang ditinggalkan surya dan hujan pada jiwa ini selain ruang hampa atau desah? desah pun akan mati; hampa pun laun terisi. yang hilang kan kembali; yang lama kan bersemi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s