Saat Ayah-Anak Tersesat di Gurun Cinta

RAYMOND COURREGES dikarunia wajah tampan dan kecerdasan, tetapi pemuda itu tak pernah menyadarinya. Ayahnya, Paul Courreges seorang dokter dan kakeknya seorang dokter bedah. Namun Raymond tumbuh menjadi remaja badung dan sangat tidak disiplin. Orang tuanya sering menerima surat peringatan dari rumah sekolah. Bahkan, Raymond terancam dikeluarkan dari sekolahnya. Menjelang ujian, dia belajar dengan keras dan kemudian lulus dengan predikat cum laude atau dengan pujian.

Keluarga Raymond tak bisa dikatakan broken home kalau kemudian pemuda itu tumbuh secara liar. Hanya saja, perhatian keluarganya sangat kurang justru dalam periode sangat menentukan ketika Raymond sedang mencari jati diri. Namun ayahnya sibuk dengan kegiatan kedokteran dan lebih banyak menghabiskan waktu di laboratorium. Bahkan waktu luang yang dimilikinya digunakan untuk melampiaskan keliarannya dengan Maria Cross, janda satu anak yang ditinggal mati suaminya yang kemudian menjadi tempat bagi Raymond melepaskan hasrat.

Novel Gurun Cinta ini memang berkisah tentang percintaan ayah dan anak dengan perempuan yang sama. Kisah ini dibuka dengan kedatangan Raymon di sebuah bar di Rue Dupliot. Di sinilah, Raymond dewasa bertemu kembali dengan Maria Cross yang datang bersama seorang lelaki lain, yang bukan dokter Paul Courrages, ayahnya. Raymond duduk sangat dekat di kursi sebelah Maria hingga ia dapat saja menyentuh perempuan itu kalau mau. Mereka sempat bersirobok pandang, beberapa kali bahkan. Namun, tidak ada tanda-tanda Maria mengenali Raymond kendati mereka pernah sebegitu dekat ketika diam-diam Raymond datang ke rumah perempuan itu.

Ketertarikan Raymond terhadap Maria bermula dari pertemuan demi pertemuan mereka di dalam trem dalam pejalanan ke sekolah. Selayaknya anak muda yang jatuh cinta, Raymond yang kotor dan berpenampilan seadanya, mendadak berubah menjadi rapi seolah ingin memikat Maria yang lebih tua dari usianya. Tetapi dalam pertemuan-pertemuan awal tidak ada pesan yang mereka sampaikan. Bahkan, Raymond gagal menerjemahkan ekspresi Maria Cross yang memang sangat mempesona ketika mengendalikan ekpreasinya – suatu hal yang justru dikagumi ayah Raymond dalam setiap kebersamaan mereka.

Cinta Raymond tidak bertepuk sebelah tangan. Maria juga jatuh hati pada pemuda itu sehingga ia malah mensyukuri kegagalan pertemuannya dengan Paul. Ada kemungkinan satu banding seribu, pemuda itu tetap naik trem yang sama demi aku. Demikian suara hati Maria ketika terburu-buru meninggalkan Paul yang berkunjung ke rumahnya (hal 115).

Francois Mauriac (1885 – 1970) lebih banyak mengeksploitasi perasaan semua tokohnya daripada menggambarkan sejauh mana mereka terlibat secara fisik. Karena itu, jangan mengharapkan ada adegan percintaan yang panas di di dalamnya. Tidak dalam dalam bentuk percintaan ragawi. Bahkan ketika ingin menceritakan Raymond baru saja bercinta entah dengan siapa, Mauriac hanya menyebutkan; …ada bekas-bekas lain di leher, bahu, dan dadanya, bekas-bekas memar kemerahan yang diakibatkan oleh kecupan bibir manusia. Mauriac memang menuliskannya skandal itu dengan kesantunan pada masa itu.

Gurun Cinta merupakan novel klasik yang kembali diterbitkan Serambi untuk memperkaya khazanah karya sastra dunia bagi masyarakat Indonesia. Karya yang aslinya berjudul Le Desert de l’amour meraih Grand Prix du Roman de l’Academie Francaise pada 1926 dan dianggap sebagai novel terbaik oleh para kritikus sastra. Mauriac yang lahir di Bourdeaux, Pracis bagian selatan, memang novelis kelas Nobel yang diraihnya pada 1952.

Dampak psikologis dalam Gurun Cinta terlihat dari hubungan antara Raymond dengan ayahnya yang beku, lalu mencair ketika mereka sama-sama membicarakan Maria. Raymond yang sebelumnya cuek, mendadak begitu peduli pada ayahnya setelah ia kecewa dengan perlakuan Maria ketika dia hendak mendapatkan kemesraan di rumah perempuan itu. Saat melihat ayahnya sakit, dia menunjukkan kasih sayang terhadap orang tuanya yang mulai menjauh dengan Maria.

Namun, Paul tidak benar-benar bisa membunuh rasa cintanya terhadap Maria. Di tengah kondisinya yang melemah akibat penyakit jantung, di tengah malam seseorang datang untuk mengabarkan ada orang yang harus segera mendapatkan perawatan dokter karena terjatuh. Paul menolak dengan keras karena sudah tengah malam dan dia sedang dalam keadaan sakit. Istrinya juga meminta orang itu pergi dan mengunjungi Dokter Laure. “Suamiku hanya memeriksa pasien yang sudah ada janji,” katanya.
Paul beralasan kewajiban sebagai tenaga medislah yang mendorongnya tetap mengunjungi rumah Maria di tengah kecurigaan istrinya. Melalui kisah ini, seolah Mauriac ingin mengatakan bahwa betapa sulitnya mendapatkan sikap tegas sejauh menyakut hati dan perasaan.

Kisah ini juga ditutup di bar setelah pembaca diseret ke belakang. Maria Cross tidak benar-benar melupakan Raymond. Dia hanya sedang bersama suaminya, Victor Larousselle yang mengenal Raymond juga ayahnya. Hidup memang tak pernah surut, meski kenangan kadang tak pernah lekang dari ingatan. Pada akhirnya, orang harus menjalani takdirnya sendiri-sendiri, seperti yang dilakoni Raymond dan Paul, serta perempuan yang pernah mereka cintai bersama; Maria Cross.***

(Resensi: Ayi Jufridar, Dimuat di Harian Aceh 20 Juni 2010)

Data Buku
Judul: GURUN CINTA
Anak Judul: Persaingan Asmara Ayah dan Anak
Penulis: Francois Mauriac
Penerbit: Serambi
Penerjemah: Istiani Prajoko
Tebal: 290 hal
Cetakan: I, April 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s