“Sengsara Membawa Nikmat” versi: Zacky

Zacky Nama saya Zacky, anak ketiga dari 5 bersaudara, saya akan berbagi cerita kepada para pembaca tentang sekelumit kisah nyata hidup saya.

Berawal semenjak saya mendapatkan hidayah dari dua adik kandung saya tepatnya tahun 1996, Dua tahun kemudian di Bandung saya ditawari teman untuk menikah. Saya minta doa restu pada kedua orang tua. Kedua orang tua saya tidak merestui dengan alasan kedua kakak saya belum menikah. Tapi saya bersikeras untuk menolong akhwat tersebut, karena ibunya ingin segera memiliki cucu dan juga dia di bandung sebatangkara. Akhirnya saya tetap melanjutkan proses pernikahan.

Pernikahan berjalan 6 tahun—mungkin karena tidak patuh pada orang tua—kami tidak bisa akur. Rumah tangga selalu cekcok, karena istri Nusyuz selalu melawan suami.

Saya dikaruniai tiga orang anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Tapi perangai istri tidak pernah berubah. Ibu Bapak saya selalu menasihatinya, tapi selalu melawan.

Sebenarnya saya sudah lama memendam niat untuk bercerai. Hanya demi anak anak saya coba terus bertahan. Ayah saya berkali-kali sampai sudah mengultimatum, untuk menceraikannya. Tapi saya selalu bertahan demi anak-anak.

Sampai akhirnya saya setujui saran orang tua, saya harus bercerai dan berniat mencari ibu baru buat anak-anak. Tapi saya belum mendapatkannya.

Pada tahun 2004, saya ditugaskan sebagai manager untuk mengelola sebuah Radio swasta “La Tansa Bima Amanta” di Tegal. Di sana saya tertarik dengan seorang akhwat yang baik dan lembut tutur kata bernama Santi Dianawati akan tetapi orang tuanya tidak merestui karena status saya, seorang Ayah beranak tiga.

Mereka takut kalau anaknya merusak rumah tangga orang atau merebut suami orang.
Bulan November 2004 saya ditawari oleh dosen LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab) di Jakarta, untuk berangkat kerja ke Arab Saudi. Namun ketika mengurus proses keberangkatan di Jakarta, saat itu musibah menimpa keluarga saya, Ayahanda tercinta Letkol. Pol (Purn) Anharul Huda dipanggil Yang Maha Kuasa, hingga saya batalkan keberangkatan dan memberikan visa saya kepada orang lain.

Bulan Januari 2005, saya melanjutkan proses keberangkatan ke Arab Saudi di Jakarta, namun qodarullah terjadi kontra antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi sehingga Imigrasi Indonesia menutup keberangkatan untuk semua TKI.

Bulan Mei 2005, mertua dan istri mengajukan gugatan cerai sepihak di Pengadilan Agama (Fasakh).
Betapa terkoyaknya hati saya, segala usaha saya tidak dihargai padahal semua adalah takdir dari Yang Maha Kuasa bahwa saya dan semua TKI se-Indonesia tidak bisa berangkat. Istri durhaka sms “ Anak – anak mu sudah mati, anak mana yang kamu sayangi ?” juga mengatakan “ Lelaki terkutuk menjadikan anak terluntang – lantung ga sekolah, kamu gila,,!!” Mertua mengatakan “Kenapa lewat PT ? Itu goblok !!! Urus sendiri juga ceroboh !!! Padahal memang semua proses keberangkatan TKI birokrasinya seperti itu. Tapi mereka tetap tidak peduli.

Saat itulah awal sebuah tragedi,Saya tidak ingin berpisah dengan anak-anak saya, akhirnya saya membawa dua anak saya ke Jakarta dalam keadaan pakaian melekat di badan dan tanpa alas kaki. Saat itu awal Ramadhan saya bertemu dengan Ir. Jamal Salim Altway dia mempunyai yayasan penampungan anak yatim dan terlantar At-Taqwa (Payat), pasca kerusuhan Ambon di Sukabumi. Saat itu saya diminta ikut membantu mengelola yayasan Payat tersebut dan diminta menjadi penceramah di Rehabilitasi narkoba “Tulus Hati” di Salabintana, Sukabumi. Saya dan anak-anak tidak betah di Sukabumi akhirnya kami pindah ke Bekasi atas ajakan akhi Nurhidayat (Rahimahullah) sampai akhirnya saya sempat tidur di trotoar dan di lantai Masjid Al – Akhyar & Masjid Ma’aul Jannah Bekasi. Suatu saat Farhan & Fauzan akan menjadi saksi derita perjuangan yang kami alami.

Ya Allah…..mungkinkah dapat kuhadapi semua kenyataan yang telah menjadi begini. Pahit terasa hingga menyesakkan dada walau dengan harapan yang tersisa. Pada-Mu ya Allah kuserahkan semua. Hanya Engkaulah tempatku berteduh. Pada-Mu ya Allah kumohon pengampunan. Hapuskanlah semua dosa hidupku. Adakah hari kan berganti ceria seperti sejuta cita yang ada. Kemana kan kubawa akan nasibku ini. Kadang ku terpaku untuk berpijak lagi. Ya Allah, terangi jalan hidupku ini dan berikanlah sedikit sinar-Mu. Ku tak sanggup menerima cobaan hidup ini, derita yang selalu datang silih berganti.
Selama proses keberangkatan, saya bekerja berjualan Kebab/Shawarma makanan khas Timur Tengah. Ketika saya membawa kedua anak saya, saya mencari investor yang siap memberikan modal untuk saya dan membiayai hidup bersama dua anak. Saya membuka usaha Kebab/Shawarma di depan Masjid Al-Akhyar di jalan Kartini Bekasi bersama kedua anak saya. Kami menginap di masjid-masjid,pernah kami tidur di trotoar jalan. karena tidak memiliki tempat tinggal.

Saya ingin hidup ini selalu ber-husnudzdzon kepada Allah dan yakin pertolongan Allah sangatlah dekat kepada orang yang mau berusaha. Sesuai janji Allah kepada orang-orang yang terdzolimi.

Firman Allah yang berbunyi: “(juga) bagi orang-orang yang faqir yang berhijrah dan diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka karena mencari karunia dari Allah dan keridhoan-Nya. Dan mereka menolong Allah dan rasul-Nya, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hasyr: 8)
Saya yakin dengan pertolongan Allah dengan mengharapkan kesuksesan dalam usaha agar bisa menafkahi dan menyekolahkan anak-anak saya dan berharap untuk membangun hidup baru, membina rumah tangga kembali.

Alhamdulillah, setelah 1 tahun single parent, dalam keadaan galau dan hampir putus asa, awal bulan Juli 2006, Ustadz Syeikh Mudriika Ilyas memperkenalkan saya dengan seorang gadis insinyur Teknik Sipil bekerja di sebuah Perusahaan Migas di Jakarta. Awalnya saya minder tapi demi masa depan anak-anak saya tekadkan bismillah untuk melamarnya.

Saya sangat terharu ketika pertama kali bertemu calon ibu baru untuk anak-anak, di kantornya, saat itu dia akan dikirim tugas ke jepang, dia merasa tidak tega melihat saya dalam keadaan saya digelayuti anak-anak saya. Saya terus terang, selama ini saya single parent, selalu mengasuh anak 24 jam bahkan termasuk sedang berjualan, ketika saya harus mendorong-dorong gerobak dengan kedua anak duduk di atasnya. Karena keterbatasan modal, saya sering harus pergi bersama anak ke tempat saudara atau ke mana saja, layaknya orang nomaden, untuk mencari bantuan modal.

Ketika itu saya bertanya kepada calon istri, “Siapkah menerima saya satu paket dengan dua anak?” “Insya Allah saya minta izin orang tua dulu,” jawabnya mantap. Ia mengatakan akan pulang kampung untuk minta izin orang tua,Jika orang tua setuju saya tidak akan jadi berangkat ke Jepang.setelah sampai di kampungnya dia menceritakan tentang kondisi saya dan akhirnya orang tuanya meminta untuk bertemu dengan kedua anak saya, Farhan dan Fauzan.

Seminggu kemudian, saya sangat terharu untuk kedua kalinya ketika mendapat sambutan hangat dari kedua orang tua dan keluarga, saat saya melamarnya. Mereka prihatin dan ingin segera merangkul kami untuk dijadikan bagian dari keluarga.

Bayangkan sang calon ibu dan keluarga, tidak peduli dengan status saya yang tak punya apa-apa. Teman-teman sekerjanya sempat mencibir dan mencemoohkan, tapi ia tak menggubris sedikit pun. Ia hanya menjawab enteng, “Tiket ke surga mahal, saya hanya bisa menolong orang dengan cara ini.”
Saya sangat bahagia ia dengan ikhlas karena Allah dan mengharapkan pahala surga, menerima saya apa adanya.

Tanggal 30 Juli 2006, akhirnya saya menikah dengan Ri’lah milennium yang saya dambakan. Saat itu saya merasa saya dan kedua anak saya memiliki masa depan.
1 bulan setelah kami menikah, Santi Dianawati sms mengadu kepada saya tentang suaminya yang direbut istri durhaka. Dengan nama palsu ”YOS”. Saya kaget dan sedih, kenapa kami harus jadi korban kedzholiman wanita durhaka. Saya diusir/ dicerai sepihak karena gagal berangkat ke Saudi, dan Santi Dianawati direbut suaminya.

Alhamdulillah saya sekarang memiliki beberapa Outlet Kebab, dengan merek “FARHAN & FAUZAN KEBAB” di wilayah Jakarta Selatan dekat kampus LIPIA. Rumah yang kami tempati saya jadikan tempat usaha dan menampung para mahasiswa LIPIA. Tahun 2007 Alhamdulillah saya telah menikahkan karyawan/mahasiswa LIPIA 6 orang; 1. Basri/Bisyri Tujang abu aufaa sekarang kuliah di Madinah, 2.
Sholihin masih kuliah di LIPIA dan mengajar& imam masjid di Bekasi, 3. Mahdi lulusan dari Ma’had Al-Furqon, Gresik sekarang mengajar di ”SDIT Baitur-Rahim”, Bekasi, 4. Kamil, Fahmi dan Ubaidah kesemuanya mahasiswa di LIPIA, Jakarta.

Alhamdulillah tanggal 22 Januari 2008 saya diberikan karunia berupa seorang anak laki-laki yang kami beri nama “MUHAMMAD FAJRIAN ZACKY”.
Tanggal 15 Agustus 2009 diberi karunia kembali oleh Allah seorang anak perempuan yang kami beri nama ”FAIDAH MUZAYYADAH ZACKY” Semoga Allah memberikan keberkahan dalam rumah tangga kami.
Alhamdulillah Santi Dianawati bulan Juli 2008 telah menemukan pendamping hidup / menikah lagi, semoga Santi Dianawati diberikan keberkahan dalam rumah tangga yang Mitsaqon Gholidho Dan menjadi keluarga yang Barokah.Aamiin.

Demikianlah kisah nyata saya, mudah-mudahan dapat dipetik hikmahnya oleh siapa pun. Saya hanya bisa berdoa kepada Allah agar dimudahkan rizki bisa menafkahi keluarga dan juga dipertemukan kembali dengan Faizah, anak saya yang ketiga.

Ternyata tak ada yang tak mungkin bagi Allah seorang gembel yang tidur di trotoar dan di lantai masjid memiliki masa depan. Farhan & Fauzan pun sudah bersekolah.
Saat ini Alhamdulillah saya diamanahi menjadi Ketua Yayasan Daarun Ni’mah, mudah-mudahan saya bisa menjalankan Amanah ini.

Dari lubuk hati yang terdalam saya ucapkan jazakumullahu khairan katsira kepada Ustadz Syaikh Mudriika Ilyas dan semua pihak yang telah membantu saya dan kedua anak saya.
Tak lupa khususnya untuk kedua orang tua saya yang telah mendo’akan saya. Juga khusus untuk Bapak dan Ibu mertua juga Adik-Adik, jazakumullahu khairan katsira atas segala kebaikannya. Semoga Allah menempatkan kalian di surga, Teristimewa untuk Istri Tercinta Jasamu Tiada Tara.

(ABU FARHAN ZACKY)
Muhammad Farhan Zacky dan Muhammad Fauzan Zacky. Mengharapkan bertemu dengan adiknya Faizah Mustaghfiroh Zacky juga kedua adiknya Muhammad Fajrian Zacky dan Faidah Muzayyadah Zacky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s