Orang-orang “Miskin”, Tapi Sukses

Kompasiana.
Beberapa hari yang lalu hatiku sempat gusar. Masalahnya sepele saja. “Sukses itu yang bagaimana sih?”, tanyaku pada seorang teman. Sebut saja namanya Budi. Dia sedikit heran dengan pertanyaanku. dikiranya aku hanya bergurau, kali ya.

“Sumpah, memang aku bingung sekarang!” kataku meyakinkannya bahwa aku memang tidak bergurau.

“Hei bro, sukses itu ya sudah jelas. Orang sukses itu kaya, mau makan yang enak-enak tinggal pilih, mau refresing ke LN, monggo, tinggal pesan tiket, berangkat. Mau apa saja gampang. Itu ciri pokok dari orang yang sukses, bro.”

“Oh, sukses itu harus banyak uang, ya?”tanyaku lagi.

“Jelas, dong. Kalau kamu nih sarjana, terus bekerja, kedudukan biasa-biasa aja, nggak kaya-kaya, mau liburan ke luar negeri tidak bisa, mau naik haji uang belum cukup,yang nggak bisa dibilang sukses. Nah, sedangkan ada nih, orangnya cuma tamat SMP, tapi kemudian jadi pengusaha lalu menjadi milyarder, itu baru namanya sukses.”

“Kalau begitu, Gayus Tambunan bisa dikatakan orang sukses dong? Hartanya, khan, milyaran tuh.”

He he he , si Budi pun lalu bingung. Biarpun punya harta milyaran, tapi kalau nanti dipenjara, apa gunanya banyak harta. Pikiran stress, makan tak enak, dimaki orang banyak, apa itu namanya orang sukses? khan, enggak! Kalau memang sukses itu artinya banyak harta, wahhhh…..kayaknya ada yang salah, deh.

Aku jadi kepikiran sama Sang Idola. Siapa lagi kalau bukan Nabi Muhammad, SAW. Apakah dia seorang milyarder? Tidak. Bahkan dia pernah mengalami kelaparan dan kemiskinan. Dia juga pernah mengalami penderitaan dalam berdakwaah. Rumahnya juga tidak mewah. Tapi siapa diantara kita yang bilang Nabi Muhammad bukan orang sukses? Bahkan dia itu sukses sejati. Karena Nabi Muhammad sudah pasti masuk surga. Kalau saya, belum tentu. (Tapi saya selalu berdoa agar kelak masuk surga).

Bagiku itulah yang namanya sukses. Sukses ditentukan pada hasil ahirnya. Sukses ditentukan pada suatu hari nanti, setelah kita mati. Di dunia ini, aku juga mau kok jadi orang kaya. Tapi bukan dengan jalan yang nggak halal. Bukan dengan jalan yang “ngak-ngga”, yang bikin aku suatu hari nanti dimaki-maki orang. Aku mau kaya, tapi juga masuk surga (enak tenan).

Rupanya sukses ndak segampang “hanya” menjadi kaya. Dulu aku memang hanya mengerti sukses itu demikian ; kaya raya, punyaa titel, dan terkenal. Kalau memang seperti itu, sama saja artinya Firaun, Napoleon, dan hitler adalah orang sukses.

Jadi, sukses itu…………….aku nggak tahu mengungkappkan artinya dengan kata-kata. Menurutku sukses itu seperti Muhammad, SAW ( sang tauladan sejati), Mahatma Gandi (yang kurus, tapi lurus hatinya), Mohammad Hatta (yang sampai beliau meninggal nggak bisa beli sepatu merk Bally, tapi dia dipuja rakyatnya), Mohammad Yunus ( yang nggak terpilih jadi Direktur Bank Dunia, tapi dapat hadiah Nobel dan rakyat Bangladesh mencintainya), Jendral Hoegeng ( satu diantara dua polisi paling jujur di Indonesia, satunya lagi polisi tidur), dan masih banyak lagi yang lainnya. Adakah mereka ini adalah salah seorang terkaya di dunia? Tidak, bukan?

Jadi sukses itu apa sih?

“Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.” (Hadist Nabi).

Mungkin itulah jawabannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s