Selamatkan Peradaban Dunia dengan Moralitas & Kekuasaan

Oleh : Pengembara Cinta

Dunia memang sudah tua, ibarat seorang manusia lanjut usia berumur 99 tahun yang berjalan tertatih-tatih dengan tongkatnya yang diayun pelan dan berlahan. Ramalan kehancuran dunia dengan segudang tanda-tanda hari kiamat telah begitu banyak diramal baik oleh suku maya yang meramal tahun 2012 dunia berakhir atau kiamat, maupun yang diramal dalam Al-Qur’an dan Al Kitab. Dan secara faktual yang ditopang oleh sains dan teknologi telah pula memprediksi akan kehancuran dunia ini oleh ulah manusia itu sendiri.

Sebenarnya apa yang harus ditakuti dengan kiamat, jika itu babak baru dari perjalanan ummat sejagat. Yang selayaknya kita takut adalah ibarat kata sindiran, “hidup segan mati tak mau”, sehingga orang sengsara yang bijak dan mengerti harga kemanusiaannya berkata, “lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup bercermin bangkai” atau “perut bumi jauh lebih baik dari permukaan bumi”.

Ada 3 hal yang mempercepat manusia sekarang cepat mati, yaitu :

1. Banyaknya polusi udara, akibat aktifitas manusia yang tidak terkontrol, efek rumah kaca, menipisnya lapisan ozon, pemanasan global dan rusaknya eko-system alam ;

2. Polusi makanan, akibat berkembangnya makanan enak yang diberi pengawet ; dan

3. Polusi karakter manusia yang ditandai mudahnya manusia sekarang sakit hati, marah, dendam, jatuh cinta dan frustrasi, yang pada gilirannya merusak jiwa dan raganya ;

Manusia dahulu kala, umurnya panjang-panjang, bahkan ada yang ribuan tahun usianya. Memang dibutuhkan umur yang panjang untuk bisa memahami sesuatu, sedang manusia sekarang tidak perlu waktu lama untuk bisa mengetahui sesuatu. Sejak terjadinya revolusi sains dan teknologi informasi, sangat mudah manusia untuk mengetahui sesuatu dan melihat sesuatu sehingga manusia sekarang sangat dimudahkan untuk mengetahui apa saja yang ia mau, bahkan serba mudah untuk segera mengambil sikap terhadap segala sesuatu yang berkembang di dunia kehidupannya. Namun tidak bisa dipungkiri akibat kemudahan tersebut pada gilirannya membuat manusia mudah jenuh dan frustrasi, karena semakin banyak yang diketahuinya semakin banyak pula yang diinginkannya, bahkan semakin tinggi tuntutan nilai kepuasan hidupnya yang tidak terhindarkan, sementara kemampuannya untuk berjuang memenuhi tuntutan hidupnya kurang memadai. Atau semakin mudah sesorang mengetahui sesuatu yang merangsang keinginannya “minta” agar keinginannya dapat diwujudkan secara instant (cepat). Apa yang diinginkan manusia cenderung pengen cepat tercapai, tidak perduli dengan cara apa ia mewujudkannya. Fenomena dari efek sain dan teknologi informasi yang berkembang di tengah kehidupan manusia telah membuat manusia terlayani begitu mudah dan membuatnya manja, cemas, obsesi dan sebagainya dimana akibatnya manusia tidak mau bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dimana pada akhirnya akibat serius yang ditimbulkannya adalah frustrasi sosial.

Sekarang Populasi manusia tidak terkendali, kerusakan alam terjadi karena manusia terpaksa mempertahankan hidupnya dan akibat harus memenuhi kebutuhan industri yang tidak bisa ditawar-tawar.

Manusia sekarang hidup tidak bisa dipisahkan dengan hiburan. Tiada hari tanpa hiburan. Sedang hiburan yang ada cenderung merusak manusia, karena menu hiburan berisi tidak jauh dari pornoaksi / pornografi, Judi, dan minuman keras yang memabukkan.

Moralitas bangsa dan para pemimpinnya telah begitu parah, dimana rakyat tidak peduli harus berbuat apa demi untuk mempertahankan kebutuhan minimal hidupnya. Sedang para Penguasa tidak perduli harus melacurkan intelektual dan kekuasaannya demi mencari harta-kekayaan, gengsi dan harga diri dimata orang-orang yang tidak mengerti apa hakikat harga diri. Jika tiap-tiap manusia sudah “sakit” sesungguhnya di sana tidak ada istilah “sakit” lagi, jika tiap-tiap orang sudah pada rusak moralnya, di sana tidak ada istilah “kerusakan moral” kita telah mempermaklumkan segalanya menjadi biasa. Biasa melihat maksiat, biasa melakukan korupsi, biasa, biasa dan tahu sama tahu aja.

Pada saat semua kerusakan ini sudah biasa, dunia ada dalam kehancurannya, gersang, di sana-sini manusia yang ganas seperti srigala satu dengan lainnya, maka peradaban dunia sudah tidak ada dan tidak diperdulikan lagi, manusia telah kehilangan kemanusiaannya. Pada saat itulah kita begitu merindukan kehidupan yang damai dan bermoral, dunia yang indah dan sejuk, kita begitu merindukan apa arti pentingnya sebuah peradaban yang melahirkan kehidupan yang damai, tenteram dan merasakan cinta tulus manusia yang tumbuh dan bersumber dari moralitasnya sebagai manusia.

Selamatkan dunia dengan moralitas kekuasaan.

Satu pemikiran pada “Selamatkan Peradaban Dunia dengan Moralitas & Kekuasaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s