ALLAH, AJARI KAMI MEMAHAMI [2]

oleh Djasmadi Abdullah Umar pada 17 Agustus 2010 jam 23:33



Mengapa usia kami yang semakin bertambah, tidak membuat kami semakin dewasa dan bijak.Semakin hari semakin tua usia kami. Semakin bertambah waktu, semakin berkurang kekuatan fisik ini. Semakin jauh kami melangkah, semakin terasa keletihan itu mendera, dan yang pasti semakin dekat kami dengan ujung perjalanan hidup yang sesungguhnya.

Hari ini kami sadar bahwa kami sudah tidak lagi bisa dikatakan muda. Telah banyak masa yang kami lalui. Sudah tidak terhitung peristiwa yang kami lakoni dan saksikan. Namun ternyata waktu yang sangat panjang itu belum mampu membuat kami lebih dewasa,

dewasa dalam berfikir,

dewasa dalam bertindak,

dewasa dalam mengambil keputusan,

dewasa dalam memberi arti dan manfa’at,

dewasa dalam segala hal…

Banyak permasalahan datang menghampiri, silih berganti disetiap waktu. Namun ternyata, kami belum mampu menyikapinya dengan bijaksana, dewasa dan penuh kearifan.

karena itu,ajarilah kami memahami diri agar kami bisa lebih cepat dewasa dan matang dalam berfikir.

Mengapa semakin kami mencari jalan keluar, semakin kami temukan jalan buntu.

Hidup kami seakan tidak pernah lepas dari masalah, ujian dan cobaan. Ma’afkan kami ya Allah, jika kalimat ini mungkin tidak beretika dan terlalu berlebihan.

Kami tidak sedang ingin berkeluh kesah. Sebab kami yakin bahwa dengan ijin Mu, pasti setelah kesulitan akan segera ada kemudahan. akan segera terbit fajar kegemilangan. Bahkan tanpa usaha kamipun, jika engkau berkehendak, semua kesulitan itu seketika bisa berganti dengan kejayaan.

Akan tetapi ajarkan kami untuk memahami semua ini, semua rentetan peristiwa yang kami lalui, setiap kesulitan yang kami hadapi untuk menjemput kejayaan kami, agar kami tetap tegar dan optimis.

Mengapa semakin maju ilmu pengetahuan, tapi kehidupan manusia semakin primitif.

Ilmu pengetahuan yang dicapai manusia di zaman ini, telah memudahkan segala urusan dan kerja umat manusia. Sesuatu yang di zaman dulu mungkin tidak terlintas dalam pikiran, kini hal itu terjadi. Jarak tempuh yang jauh bisa dipendek. Pekerjaan yang hanya dapat diselesaikan oleh orang banyak, kini cukup dikerjakan hanya oleh seorang saja.

Singkatnya kehidupan manusia sekarang semakin mudah dan singkat, berkat kemajuan yang manusia ciptakan dengan ilmu pengetahuan.

Tetapi mengapa pengetahuan yang begitu maju tidak menambah kekuatan akhlak dan moral. Kepedulian sosial juga semakin mengecil. Dibelahan bumi yang lain banyak yang sengsara, sementara dibelahan bumi lainnya banyak yang hidup penuh dengan kemewahan.

Mengapa kepandaian itu tidak mampu mensejahterakan kehidupan ini. Bahkan sebaliknya, sebagian manusia terlihat lebih primitif dari orang-orang yang dulu hidup di hutan belantara. Sebagian dari manusia ada yang berperilaku lebih sadis dari hewan.

Di negeri ini, kriminalitas muncul setiap hari dengan wajah yang sangat mengerikan.

Ada orang tua menjual anaknya.

Ada anak membunuh orang tuanya.

Ada guru menodai muridnya.

Ada orang memakan jasad sesamanya.

Ada ustadz memperdayai jama’ahnya.

Ada umaro yang tidak amanah.

Ada orang tertipu dengan klenik.

Ada banyak penyelewengan yang justru dilakukan oleh orang-orang berpendidikan.

Sebagian manusia seperti kembali kepada kehidupan yang lebih primitif,

tanpa akhlak,

tanpa perasaan,

tanpa kasih sayang, dan

tanpa logika.

Orang kuat menindas yang lemah, orang pandai menipu yang bodoh. Padahal kemajuan dunia sudah sedemikian nyata dan terasa.

Mengapa semua ini terjadi ya Allah.

Ajari kami untuk bisa memahaminya. Karena kerumitan ini membuat kami tidak berdaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s