Frustrasi Muslim Amerika Setelah Mengunjungi Negara Muslim

31 Agustus, 2009 pada 14:10 · Disimpan dalam Sosial dan Politik ·Bertanda , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Shahid Athar, M. D. berkeluh kesah atas “kemunafikan ajaran dan praktik Islam” dalam perjalanannya ke Pakistan.

Saya tidak bisa menahan keinginan untuk merekam pengamatan dan menunjukkan perasaan saya saat mengunjungi Pakistan setelah absen beberapa tahun. Umat Islam yang hidup di sebuah negara muslim benar-benar mengenal dan terbiasa dengan pendidikan Islam. Mereka tahu bahwa kebudayaan yang mereka jalani tidak Islami. Tapi mereka tidak anti terhadapnya namun justru terbiasa sehingga menjadikannya sebagai jalan hidup.

satharKetika seorang muslim yang hidup di negara Barat, mengunjungi sebuah negara muslim atau seorang muslim asli mengunjungi negaranya sendiri setelah pergi beberapa tahun, dia akan menghadapi kejutan yang tidak menyenangkan dan beragam kekecewaan. Saya berharap teman-teman saya dapat berbagi cerita tentang pengalamannya saat berkunjung ke Pakistan setelah beberapa tahun tinggal di Amerika Serikat. Adapun yang saya lihat dan alami dalam cerita kunjungan ini mungkin tidak semuanya benar bagi seluruh Pakistan atau seluruh negara muslim yang saya kunjungi. Jika saya menyinggung seseorang, saya mohon maaf sebelumnya.

Praktik Agama

Saya pernah menulis bahwa muslim yang tinggal di negara non-muslim hidup dalam kondisi spiritual dan sosial yang hampa. Di sini, dari luar, Islam berada di mana-mana; di radio, televisi, masjid yang ramai (ramai hanya pada saat salat Jumat, tapi sepi di hari lain) dan juga di koran. Ketika seseorang menyalakan televisi, akan dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran, penjelasan, dan memberikan panggilan azan dan berakhir dengan serupa. Islam ada di sana dan nampak dengan jelas. Memang tidak dipraktikkan oleh kebanyakan orang dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam keluarga yang berkecukupan, meskipun setiap orang mendengar azan, beberapa, satu atau dua orang tua melakukan salat. Dengan cara yang sama saat bulan Ramadan, kebanyakan orang tua dan pemuda berpuasa. Banyak juga yang tidak puasa karena khawatir menjadi lemas. Berpuasa adalah hal terbaik yang mereka kerjakan saat Ramadan. Meskipun mereka melakukannya, hanya beberapa yang salat harian kecuali salat Jumat. Beberapa orang membaca Alquran berdasarkan hariannya.

Berbicara tentang Alquran, bisa dikatakan bahwa ia adalah sebuah kitab suci yang disimpan di rak tertinggi penuh dengan debu disampulnya. Tidak ada yang menghiraukan untuk menanyakan petunjuk tentang masalah keseharian, seolah-olah ini bukan kitab yang menunjuki jalan hidup. Orang-orang mengajak umat muslim untuk membaca Alquran secara berkelompok karena peringatan kematian, kelahiran, dan membeli rumah baru dengan tujuan berkah. Hanya sedikit dari mereka yang tahu tentang makna dan tafsir atas perintah Allah Mahakuasa dan telah ditinggalkan kepada mereka yang memiliki monopoli pengetahuan agama.

Bagaimanapun, setiap orang suka untuk mengkritik ulama seperti Maududi, Khomeini, dan Sayid Qutb tanpa memeriksa dengan Quran atau sunah apakah ucapan atau ajaran mereka benar atau tidak. Saya yakin kebanyakan umat muslim di negara Islam diterima sebagai muslim secara benar dan merasa bahwa mereka tidak perlu membaca Quran setiap hari, menafsirkannya dan mengikuti pengajarannya dalam kehidupan. Beberapa dari mereka mungkin tidak tahu atau tidak percaya bahwa Quran sebenarnya adalah kalam Allah dan sumber segala ilmu pengetahuan dan sebuah petunjuk kepada setiap orang yang beriman kepadanya serta mencari petunjuk darinya. Alquran adalah Kebenaran bagi saat ini dan terus selamanya, sebagaimana seribu empat ratus tahun yang lalu.

Hukum Islam dan Pelaksanaannya

Beberapa hukum Islam telah dilakukan oleh pemerintah. Zakat dikumpulkan dari rekening tabungan; karena syiah dan Qadianis, sebagaimana Kristiani dibebaskan (mungkin penulis beranggapan syiah terbebas dari zakat—ejajufri). Menurut teman saya seorang bankir, orang-orang mengisi data palsu tentang agama mereka. Kerasnya hukuman dalam Islam eksis dan diberikan kepada pelaku perzinaan, pencurian, dan lain-lain. Hal itu dilakukan di tempat umum atau jalanan. Jika kejahatan dilakukan di lingkungan sosial yang tinggi, maka dapat diterima. Menghidangkan alkohol dilarang bagi muslim di tempat umum, tapi tidak jika di rumah atau kamar hotel?! Hukuman dan hukum Islam tidak menghilangkan pemerkosaan, penculikan, pencurian, dan pembunuhan. Hal ini tidak diharapkan ketika ketaatan hukum dipaksakan dari atas (tanpa contoh praktis) karena justru tidak diterima oleh masyarakat itu sendiri. Konsep penyesalan dan kesalehan di sana tidak dalam bentuk yang murni.

Di Pakistan, kasus kecanduan heroin pertama yang dikenal terjadi pada tahun 1981. Pada tahun 1981, hanya ada 25 kasus yang tercatat. Tapi pada tahun 1986, terdapat setengah juta kasus. Sekarang diperkirakan ada sekitar satu setengah juta kasus dalam 95 juta populasi. Tingkat pertumbuhan kecanduan narkotik di Pakistan lebih tinggi dari pada di Amerika Serikat. Sebagai tambahan, ada sekitar satu juta pengguna ganja dan opium dan 300.000 penyalahgunaan obat penenang. Sedangkan jumlah sebenar pengguna alkohol sulit untuk ditentukan, karena mereka biasanya tidak mencari pengobatan. Hanya ada 26 pusat rehabilitasi dan 10.000 pekerja sosial yang terlatih.

Hal ini terlihat bahwa hukum Islam hanya diperuntukkan bagi kaum miskin. Kaum kaya dan yang punya hak istimewa berada di atas hukum. Bahkan di tingkat masyarakat biasa, ketaatan atas Islam dipaksakan dari atas, entah itu diterima dengan sepenuhnya atau tidak. Orang-orang dipaksa untuk mendengar azan di radio, speaker, dan televisi, dan diminta untuk menutup hotel pada bulan Ramadan. Seseorang yang sakit atau orang asing yang tidak memiliki rumah bisa kesulitan mencari tempat di luar untuk makan.

Jalannya Pemerintahan

Seseorang akan berharap bahwa di sebuah negara Islam di mana hukum Islam ditegakkan, maka pemerintah akan menjalankannya sesuai jalur yang sama seperti sahabat Nabi dan khalifah kedua, Umar. Ini adalah hal ideal yang sulit dicapai oleh para penguasa Muslim modern. Hal yang menyedihkan bagi kita adalah kurangnya semangat untuk menirunya. Sebaliknya, kasus suap dapat ditemui disetiap tingkatan. Tidak ada tempat di Pakistan, baik itu airport, bea cukai, kantor atau departemen tanpa ada penyuapan. Untuk dapat berhasil, Anda harus memberikan suap. Di departemen ini, pegawai yang gajinya 1500 rupee sebenarnya mendapatkan 5000 rupee dari sumber lain. Bunga (interest) dilarang tapi diberi nama lain yang disebut, “profit“…

Sangat sedikit orang yang benar-benar bekerja di kantor pemerintahan. Para pegawai datang ke kantor terlambat dan setelah bekerja satu setengah jam, mereka pergi untuk tea-break dan kemudian datang waktu makan siang. Mereka kembali jam 13:30 untuk beberapa menit dan pergi lagi jam 14:00. Sedangkan para buruh harian berperilaku kasar terhadap para tamu dan mengambil uang rokok sebelum memberikan janji kepada atasannya.

Perilaku dan Moral Masyarakat

Seseorang akan berharap bahwa hubungan di antara masyarakat akan sesuai dengan perintah Allah Yang Mahakuasa sebagaimana yang banyak dicontohkan dalam Alquran, khususnya surah Al-Hujurat dan sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi saw. Sebaliknya, ketidaksopanan, kecurangan, berbohong, pengkhianatan, kesombongan, mengejek sesama, dan sebagainya, menjadi sifat alami kedua dan muncul ketika mereka berbicara, berjalan, atau berperilaku di masyarakat.

Nilai-nilai dasar moral positif dan negatif adalah sama dalam setiap agama. Bahkan masyarakat non-agama pun menghargai nilai positif dan mencela nilai negatif. Oleh karena itu, sifat baik merupakan bagian dari perilaku manusia dan kurangnya sifat baik secara alami menimbulkan keraguan dalam pikiran kita tentang seseorang yang disebut manusia dalam pengertian sesungguhnya. Jadi, untuk menjadi muslim yang baik, seseorang harus menjadi manusia yang baik terlebih dahulu.

Penerimaan Hukum

Seorang non-muslim bertanggung jawab terhadap pembuat hukum, petugas hukum dan negara. Seorang muslim tidak hanya bertanggung jawab kepada orang-orang tersebut, tapi juga kepada Sang Pencipta, Pencipta Hukum Utama. Sebagai hasilnya, non-muslim bisa menghindar atau lari setelah melakukan kejahatan; sementara seorang muslim tahu bahwa tidak ada jalan keluar baginya. Dia akan ditangkap di alam berikutnya. Dia tidak bisa lari dari hukuman. Meskipun tidak ada seorang pun yang melihatnya melakukan kejahatan, Tuhan selalu melihat dan tahu tentangnya. Rasa takut akan Tuhan Mahakuasa atau takwa merupakan kunci bagi peraturan moral umat muslim.

Faktanya di lapangan, di negara Muslim, orang-orang memperlihatkan seluruh perilaku moral menyimpang sebagaimana yang disebutkan di awal, seperti kesombongan, kebohongan, ketidaksopanan, kecurangan, penyuapan, pencurian, dan pengkhianatan serta tidak sadar akan Kehadiran Tuhan Yang Mahakuasa, atau perintah-perintah-Nya, atau mereka tidak mempercayainya atau mereka percaya bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihat mereka dan merekam perbuatan mereka atau memperhitungkan mereka. Di sebuah masyarakat di mana umat Islam tidak mempraktikkan Islam, pemaksaan hukum Islam adalah hal yang tidak tepat. Sebagai contoh, jika ada seseorang yang lapar tapi tidak dirawat baik oleh negara ataupun tetangganya, dan jika ia mencuri untuk memberi makan anak-anaknya yang kelaparan, memotong tangannya tidaklah sesuai dengan hukum Islam, karena dalam negara Islam yang sesungguhnya, tidak boleh ada seorang pun yang bertahan dalam keadaan lapar tanpa perawatan. Kita punya contoh Khalifah Umar untuk diikuti.

Pendidikan Anak-Anak dan Dewasa

Pentingnya pendidikan merupakan hal yang jelas melihat fakta bahwa perintah Allah Swt. kepada manusia adalah “membaca”. “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah.” Tentang tema pendidikan dan tujuannya, ada begitu banyak ayat dalam Alquran dan juga ucapan Nabi Suci. Biasa tertulis dan terpampang di papan yang indah di setiap sudut jalan Karachi, maka saya tidak akan mengulanginya lagi. Tapi praktiknya, hal itu tidak terjadi.

Anak-anak membaca bukan untuk mencari ilmu tapi agar lulus ujian sehingga mereka mendapat pekerjaan atau keluar dari Pakistan menuju Timur Tengah dengan harapan pekerjaan yang lebih baik. Merupakan kebiasaan zaman sekarang bagi pemuda Muslim untuk mengutip atau tidak mengutip atau mencela ulama Islam seperti Maududi, Khomeini, Syed Qutb, lainnya tanpa memeriksa faktanya, tanpa membuktikan mana yang benar dan mana yang salah. Setiap orang suka untuk mengutip dan mendiskusikan ajaran Islam, mengutip orang lain, tapi pengetahuan dan pendidikannya sendiri tidak berarti apa-apa. Jika Anda memperhatikan dengan seksama sekecil apapun pengetahuan yang mereka miliki dengan sejauh mana mereka mempraktikkannya, itu tidak artinya sama sekali.

Anak-anak di program televisi terkenal (Suhail Rana) terlihat sangat pintar sekali, tapi rata-rata anak-anak yang saya temui hanya tahu sedikit tentang Islam sebagaimana seharusnya anak-anak diusia mereka. Ketika masuk ke ranah praktik, seperti contoh, waktu salat, kebanyakan orang tua menjelaskan waktu salat lima kali sehari. Pengetahuannya ada tapi penerimaan dan penerjemahan ke pratiknya tidak ada.

Budaya Islam

Salah seorang teman saya, seorang warga Amerika, baru-baru ini kembali ke Pakistan. Ketika ditanya alasannya, dia bilang, “Ini bukan soal uang, karena di Pakistan saya dapat sedikit uang, juga bukan soal agama, karena saya bukan orang religius; tujuan utamanya adalah budaya yang saya rindukan.”

Saya akan coba jelaskan apa itu atau bagaimana seharusnya sebuah budaya Islam. Namun saya hanya akan menceritakan pengamatan saya tentang budaya Pakistan. Di sebuah pesta pernikahan, acara musik  malam akan mulai ketika semua wanita di rumah, tetangga teman mereka dan saudara-saudara, berkumpul dan memulai dengan jenis lagu-lagu pernikahan yang kemudian berubah cepat menjadi lagu-lagu film lalu kemudian lagu-lagu Barat. Tari-tarian dimulai dengan tarian lelaki dan perempuan bersamaan mengikuti irama tari Luddi dan lagi-lagi berubah cepat menjadi Twist dan dansa Disco. Musik disiarkan dengan speaker besar dan mengganggu lingkungan hingga pukul tiga pagi.

Dengan cara yang sama, tampilan budaya di depan umum begitu “mengagumkan”, baik itu di acara umum, film lokal atau pesta pernikahan. Tidak ada satupun yang berkaitan dengan hukum dan praktik keislaman, seperti, pemasangan lilin di sekeliling pengantin atau melempar uang melewati kepala pengantin.

Praktik keislaman tertinggi adalah mencium dan menaruh mushaf Quran di atas kepala. Seorang teman berkomentar, “Kalau orang diberi buku apapun dalam bahasa Arab, mereka bahkan menciumnya dan menaruh di rak tertinggi, karena mereka tidak bisa menyebutkan perbedaannya.” Mereka sulit membaca buku atau mencoba membacanya. Fashion berada di posisi tertinggi. Para pemudi mencoba menjadi seorang model dengan alis buatan, lipstick, dan kosemetik asing lainnya. Istri-istri orang kaya menghabiskan waktu berjam-jam dan beratus-ratus rupee di salon kecantikan sebelum pergi ke pesta.

Pakistan merupakan salah satu negara termiskin di daftar PBB, tapi akan terlihat “kebohongannya” jika Anda menghadiri pesta pernikahan kelas atasnya. Diperkirakan rata-rata dalam pesta, para wanita menghabiskan paling sedikit sepuluh juta ruppe emas. Paling sedikit ada empat puluh pesta setiap harinya dan ada di beberapa kota.

Cinta dan Benci untuk Amerika

Jika seseorang berkunjung ke negara non-sekutu, negara belum berkembang di Asia, Afrika atau Amerika Latin, orang akan menemukan bahwa sikap mengkritisi kebijakan Amerika, baik media atau perkumpulan sosial, adalah hal biasa pada saat ini. Bahkan anggota sayap kiri, yang tidak pernah berhenti berteriak melawan imperealis, setan Amerika dan rencana jahatnya, sebenarnya melakukan hal yang berlawanan dari keadilan.

Jika kebijakan Amerika buruk dan Amerika pantas dibenci: (mengapa) semua yang dibuat Amerika permintaanya sangat tinggi dan mudah dicari? Hal ini tidak hanya berlaku bagi automobile, pasta gigi, makanan, obat-obatan, mesin dan sebagainya, bahkan sampai meniru aksen Amerika dan lagu serta tarian Amerika! Orang Pakistan hanya bicara tentang kebencian mereka tentang Amerika, tapi praktiknya, segala yang Amerika produksi, promosikan, atau bela disukai dan sangat diperlukan bagi mereka. Mereka menyebut Amerika tanah orang-orang kafir. Ada banyak alkoholisme, penyalahgunaan obat, kekerasan dan pornografi di Amerika Serikat, tapi tidak bagi muslim Amerika.

Kebencian dan Cinta untuk Arch Enemy (India)

Kebanyakan para pemuda Pakistan sekarang tidak tahu bagaimana Pakistan terbentuk dan berapa banyak leluhur mereka yang hilang dalam berjuang bagi sebuah tanah air muslim merdeka. Secara spesifik, sekitar satu juta muslim anak benua terbunuh di kerusuhan Hindu-Muslim-Sikh dan hampir sepuluh juta yang terlantar. Tapi sekarang semua itu hanya fakta sejarah.

Dengan semangat, orang Pakistan menyukai musik, film, tarian, pakaian, dan produk India lainnya, mereka menerima dominasi kultur India yang menguasai. Melalui budaya dan ritual pernikahan, Hinduisme bersahabat dengan masyarakat Pakistan. Sekarang, bagaimana kita bisa melawan seseorang yang nilainya begitu kita sayangi? Jadi, dengan mengizinkan India untuk membelah Pakistan menjadi Bangladesh dan Pakistan, kita telah membuktikan bahwa teori Satu-Negara bagi muslim India hanyalah sebuah mimpi. Tali bahasa dan etnik telah melemahkan teori Satu-Negara. Muslim Pathan dan Punjabi yang merupakan Tentara Islam di India sebelum 1947 sekarang memikirkan diri mereka sendiri sebagai Tentara di provinsi masing-masing.

Kondisi Kehidupan dan Kesehatan

Anak-cucu pembawa obor kejayaan peradaban, ketika Eropa berada di masa kegelapan, sekarang hidup dengan kotor dalam perkampungan kumuh, kecuali beberapa saja. Transportasi sangat buruk. Orang-orang berada di bus dengan bergantung di pintu (dan terkadang mereka terjatuh). Sedangkan orang kaya berkendara dengan mobil asing ber-AC. Akses untuk fasilitas kesehatan yang baik hanyalah hak orang-orang kaya. Orang kaya dan yang berpengaruh bisa mendapatkan perlindungan lokal terbaik bahkan dibawa ke Inggris atau Amerika Serikat untuk perawatan terbaik. Sedangkan orang miskin punya pilihan, entah mendapatkan penawaran rendah (seperti aspirin kadaluarsa), meninggal di jalan atau meninggal ketika menunggu di UGD yang padat.

Sungguh sesuatu hal yang berlawanan, dan inikah sebuah konsep negara Islam sejahtera? Makanan yang terkontaminasi merupakan hal biasa dan terlihat di setiap tingkat. Muslim di Amerika Serikat gelisah jika terdapat lemak babi di makanan; sedangkan Muslim miskin Pakistan, karena tanpa pengetahuan, memakan bangkai sapi, kerbau, kambing, kuda atau bahkan anjing, susu basi, lemak dan rempah-rempah. Para pedagang tidak pernah berpikir bahwa ada yang menyaksikan mereka dan akan menanyakan mereka pada Hari Pengadilan. Mereka percaya bahwa dengan melakukan sedekah atau beribadah satu malam setahun atau anjuran Nabi mereka dapat menyelamatkan mereka.

Kesimpulan

Singkat kata, jika seorang muslim baru atau muslim “yang terlahir kembali” dari negara Barat mengunjungi sebuah negara Muslim, ia akan kaget ketika melihat dikotomi dan kemunafikan dalam ceramah dan pratik dalam Islam. Jadi ia harus menurunkan harapannya, mengunci mulut, menutup mata dan telinga; atau ia akan kehilangan ketenangan pikirannya.

Catatan: Shahid Athar, M.D. adalah Clinical Associate Professor of Internal Medicine and Endocrinology, Indiana University School of Medicine Indianapolis, Indiana, dan seorang penulis Islam.
Penerjemah:
Ali Reza Aljufri © 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s